heloo, sudah lama nih gak jumpa blog ku tersayang. apa kabarnya? hem.. semoga para viewers baikbaik saja yah.. hehe
ohya aku jadi vakum gini kalo udah taken, aku udah jarang banget kaliya buka blog semenjak taken. tapi aku malah jones lagi.. fufu
setiap galaunya aku pasti ke blog, hehe . kamu paling setia menemaniku deh:* huahaha
ehya ini kali pertama aku taken tapi ttp nulis blog. hoho aku lagi taken nih sama apriansyah<3<3
hem baru jadian sih, tapi aku seneng bgt lah. aku janji deh gak akan lupain blog ku lagi. see you babay
Minggu, 08 September 2013
Selasa, 13 Agustus 2013
selama 14 bulan
mungkin, sekarang kamu menganggap dia tidak berarti lagi kamu menganggap dia tidak berguna lagi.. dia adalah.. sosok wanita yang selama 14bulan bersamamu, selalu berusaha penuhi semua keinginanmu, selalu berusaha membuatmu tersenyum saat dia tau kamu sedang terpuruk, selalu sabar menghadapi egomu. dan kini dia telah pergi dari kehidupanmu, meninggalkan sejuta lembar kenangan lalu yang telah dia lewati bersamamu . bayangkan, wanita yang pernah berada di sisimu, yang selalu menemani hariharimu, selalu ada disampingmu, kini dia pergi dengan harapan kamu kembali dan sadar bahwa dia lah wanita yang selalu ada untukmu . tapi semua sudah terlambat, kamu membiarkan dia pergi dengan harapan kosong.. dia masih peduli dengan keadaanmu walaupun sering kali tersakiti hatinya oleh sikapmu yang acuh tak menganggap dia ada . satu hal yang pasti kamu sesali dan pasti membayangimu suatu hari nanti "mengapa kamu begitu kejam, membiarkan seseorang yang tulus mencintaimu pergi begitu saja dengan harapan kosong?"
jangan pernah menyianyiakan orang yang tulus menyayangimu pergi meninggalkanmu selama lamanya .
This is real, she just wants you to appreciate the struggle rather than hurt
lembar kenangan lalu
kriiingg.. suara alaram itu membangunkanku, dan sampai sekarang aku masih menyimpan benda yang pernah diberikan mantan kekasih aku waktu itu. yaaa.. aku masih ngarepin dia balik lagi ke aku, ahh sudahlah..
aku bergegas menuju kamar mandi "astaga bil, lo punya janji sama anak-anak" aku mengerutu .
setelah selesai, aku melihat bingkai disekeliling kamarku. betapa indah masa-masa itu, masa-masa aku dan kamu adalah kita, dan aku masih mengingat itu semua .
skip.
"lama banget sih lo bil" gerutu si cewek berambut keriting. "kelamaan di dandan sih lo" jawab si tomboy . "apaan sih lo berdua, gue kan cewe tulen jadi wajar dong kalo gue dandan, dandan nya juga gak norak-norak menor gitu" jawabku sambil rebut makanan di tangan si tomboy . eh aku belom kenalin temen-temen aku, yang rambut keriting namanya lia, yang tomboy icha, fifi . ada lagi nih si cowo pembalap. dafa, ferora, rakha, dan boby
"oke hari ini kita mau kemana?" tanya ku pernasaran. "kita mau kerumah vinaaaa" vina, salah satu temen kita juga tapi aku gak terlalu deket sama vina soalnya dia jarang ngumpul sama kita-kita . di jalanan si lia di bonceng sama ferora, icha sama rakha, fifi sama boby.. daaaaann aku sama dafa! yatuhan, kenapa aku harus dibonceng dafa? dag dig dug .
"lo masuk SMA mana bil?" dafa memulai pembicaraan memecahkan keheningan beberapa menit lalu "apa? gue gak kedengeran" knalpot kendaraan dafa emang berisik jadi bikin garing obrolan kami berdua . "lo masuk SMA mana soplak?!" tanyanya kesal "gue? masuk sma.. ecie lo kepo ya haha" aku ngedelek . dafa kesal dengan jawaban ku, dia makin tarik gas dan kebut kebutan . itu bikin aku spontan meluk dia . "ecie daf, apa rasanya tuh dipeluk bila" canda icha "apaan sih, ini juga garagara dafa yang kebut kebutan" "salah lo juga yang ngeselin gue, pake bilang gue kepo lagi" "gue cuma bercanda soplak!" *plak* kepala dafa aku tempeleng . "aw gila lo ya bil, nanti kalo jatoh gimana! bener-bener lo" debat dijalan, ngeselin terus jadi aku diemin aja dafanya .
"hey unyil udah nyampe" "iya gue tau" aku turun dari motor dafa, sambil ngomel ngomelin dia didpn temen-temen, "ecie nanti lo cinta sama dafa" kata fifi sambil nenggol tangan ku "enggak! gue gak mau pacaran.. cukup ya gue dimainin cowo ter..." "sshh.. semua cowo gak gitu bil" potong dafa. "maksudnya apatuh? ecie dafa kode, kode ganas tuh bil" ledek lia, tapi aku gak mengubris omongan mereka, aku langsung masuk aja kerumah vina salam salaman sama orang tuanya, sama vina .
aku duduk manis disofa sambil twitting di handphone kesayanganku. "semua cowok gak gitu bil" kata-kata dafa terngiang di pikiran ku, maksudnya apa? apakah ini tanda Tuhan untuk membiarkanku mencintai orang lain dan meninggalkan kenangan lalu ku? entahla aku tidak mengerti semua itu .
"bil foto yok di ipod vina" dafa mengagetkan aku "ha? iyaiya yokk.."
aku masih gak ngerti, tapi.. dafa itu mantan kekasih dila, sahabat ku sendiri . walaupun sekarang aku punya sedikit koflik dengannya sehingga itu membuat kami jarang berkomunikasi, tapi aku masih mencintai dedy.. mantan kekasihku yang sekarang udah punya gebetan baru . ah sudahla bil lupakan, masalalu mu buruk .
skip
seharian jalan jalan bareng temen temen dan paling spesial, jalan bareng dafa . astaga aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya, apakah aku benarbenar suka sama dafa?
aku berjalan mengambil handphone ku di atas meja belajar, kulihat bingkai-bingkai itu lagi, seolah-olah tenggorokan ku tercekat dan hingga mataku mengeluarkan mutiaranya. aku masih mencintaimu dedy, bagaimana bisa aku melupakan kenangan kita secepat itu? baru sebulan kita mengakhiri hubungan termanis itu, sekarang kamu dengan mudahnya melupakanku dengan wanita baru mu itu? . brengsek! lagilagi aku memikirkan hal bodoh yang seharusnya tidak aku pikirkan.
"bilaaaaa" tok tok tok . aku tidak menggubris suara mama yang membangunkanku, tetap saja aku masih tertidur . "bil bangun woy udah pagi, wah cewek masa jam segini belom bangun" itu.. dafa? aku langsung cepat-cepat beranjak dari kasurku, belum sempat melihat kaca aku bergegas menuju pintu . "ngapain lo kesini?" tanya aku "gue mau jemput lo lah, bukannya kita mau ngumpul dirumah fifi? emang lo gak ikut?" jawabnya dan menatap mataku hingga aku sendiri yang salting "eh, emm lo kenapa..." belum selesai ngomong, dafa motong "lo semalem abis nangis ya? mata lo sembeb banget." kata dafa sambil memperhatikan isi ruangan kamarku yang penuh bingkai foto masalalu ku . "ternyata lo masih nyimpen fotofoto lo sama dedy ya, lo masih cinta?" satu pertanyaan membuatku sesak nafas, aku tidak tau harus menjawab apa, satu sisi aku masih menginginkan dedy kembali, tapi disisi lain aku masih belum mengerti perasaanku terhadap dafa . "banyak tanya lo, udah tunggu aja di ruang tamu.. gue mau mandi" "he'eh, buruan!jangan lelet, gue tinggal lo" "iyaa bawel" aku jawab teriak dari dalam kamar, sungguh aku masih penasaran sama perasaan ini . cepat-cepat aku menurunkan bingkai bingkai itu dan menyimpannya di dalam lemari bajuku, "kamu harus move on bil! jangan lemah jadi cewe, masih ada dafa" ha dafa? aku sendiri bingung kenapa aku dengan lancarnya mengatakan itu:|
"maa.. paa bila pergi duluya, bila ngumpul dirumah fifi" sambil salaman sama mama papa . "jagain anak tante ya daf.." maksudnya apa ini maa?-_- "iya tante, pasti dijagain kok. tenang aja kalo sama dafa" "hehehe" aku nyengir seadanya . aku memutuskan untuk lebih dulu jalan dan meninggalkan obrolan mama papa dan dafa, itu membuatku lapar . "eh kita cari makan dulu yok, gue laper." "okey"
dijalan aku cuma diem sambil twittingan sampe tangan keriting haha lol. tibatiba dafa nurunin aku di bubur ayam kangdidin, hm.. dafa tau aja aku lagi kepengen buburayam. "turun bil, kita makan sini aja yok" "he'eh" jawab aku acuh, seolah aku tidak senang berada di sini .
"kalian lama banget sih" lia ngomel sambil terus berfoto di ipod vina . alahh, narsis banget sih lo kataku dalam hati . "bila paling ngegeret telatnya kalo ngumpul" lanjut boby. "apaansih, gue tadi laper trs diajak dafa makan bubur ayam, ya gue ikut aja" jawabku sambil ambil alih tempat duduk boby . "udah udah, gakusa diributin, kasian juga kan kalo bila nya gak diajak sarapan, nanti dia pingsan dijalan lagi" lanjut dafa bijak .
dirumah fifilah kami sering ngumpul, ada si vina yang pacaran sama gilang, ada si narsis lia yang pacaran sama roni, si icha sama rakha . dan si single dafa, aku, dan boby . disini aku gak ngenes ngenes banget sih, masih ada dafa yang ngajakin aku ngobrol. "jam 3 lama bgt yaa" "tau lo, gak sabar mau nonton conjuring" "haha, nanti kalo udah nonton jangan teriak-teriak histeris ya sama hantunya, eh bil nanti lo sebelah gue aja ya" bujuk dafa "eh gue gak takut hantu kalee, rese lo.. iya kalo lo kebagian tempat duduk" ejekan demi ejekan diantara kami berdua, disitulah mulainya aku ngerasa kalo aku suka sama dafa .
skip
"heii.. kalian mau pergi juga kan? gue sama ari ikut yaaa" tibatiba nadel dateng terus agak kaget juga ngeliat dsini ada dafa. "eh ini dia nadel baru dateng, yodah ikut kita aja yok bareng2" kata roni seolah mengacaukan perasaan ku hari ini, dan disini dafa mulai menjauh dari aku . aku tau kehadiran nadel membuat dafa jadi susah bernafas, posisinya sama seperti aku . masih mencintai mantan dan lagi pdkt sama gebetan, aku juga tau kalo nadel masih cinta dafa, ya jadi aku ngejauh untuk saat ini. aku tidak mau jadi penghalang bagi dua orang yang saling mencintai . lalu bagaimana dengan ari? bukankah nadel pacaran sama ari? atau ari cuma pelampiasan nadel?
"eh daf, gue sama boby aja ya.. biar fifi aja yang sama kamu" kataku seolah mengerti yang dipikirkan dafa "ehh.. he'eh bil, gapapa kan?" "iyah gapapa" dan ternyata bener dugaan aku, dafa, masih ngarep nadel balik lagi . tapi kenapa dulu waktu nadel single, dafa enggak ngajakin nadel balikan? "bel kita makan aja dulu yok, nntnnya masih lama.. jam setengah 7" kata vina yang mengagetkan ku dan membuyarkan pikiranku . "ha iyaya.." karena dafa ngejauh dari aku, aku juga ngejauhin dafa.. dan aku liat kebelakang dafa berada didekat nadel . aku biasa biasa aja sih, tapi kok aku kesel sama tingkah dafa yang jadiin aku pelarian disaat nadel tidak ada. sudah bil, kamu gak pantes buat dafa :)
"eh lia, rony.. nanti gue duduk dideket lo berdua ya" bujuk aku sambil memohon ke lia "bukannya mau duduk deket dafa.. haha" ejek lia "haha iya lo, sono gih deketin dafa. jangan ganggu kita" usir rony sambil tawa . "elah gue sebel sama dafa, dia jadiin gue pelarian pas lagi gak ada nadel, sekarang ada nadel dia ngejauh dari gue" aku curhat sambil pukulpukul tangan rony, sebel. "jadi lo marah bil kalo gue ngejauhin lo karena ada nadel?" suara itu membuat aku berhenti ngomong . "ha, em.. enggak kok daf.. biasa aja kali, udah kesana gih, ganggu aja" aku jawab gugup, tercekaat. jadi dafa dengerin curhatan aku tadi? astaga bodoh banget sihhhh.. "shh, di kamar lo penuh foto dedy gue gak marah kan?" kata dafa sambil liat mata aku. dag dug dag dug. astaga kenapa aku jad gugup gini . "hem, udahla gak perlu dibahas . gak penting juga, eh udah yok udah jam setengah 7 nih nanti telat nonton conjuringnya" aku berdiri dan bersikap acuh dengan dafa dan meninggalkan dafa yang masih duduk di resto ayam penyet . aku jalan duluan ke XXI dan mencari teater 1 . "bob, lo duduk sebelah kiri gue yaa" kataku mencoba bujuk boby untuk duduk di sampingku . "enggak ah, kan ada dafa" "dafa ada nadel, udahla gakusa ribet, sini lo duduk sebelah gue" kataku sambil tarik tangan boby dan menyuruhnya duduk di sebelahku . dan ku lihat dafa berjalan dan mencari tempat duduk H1-9 sudah dilihatnya ada roni,lia,aku,boby,icha,rakha....kosong, dia langsung duduk di samping rakha di tempat yang kosong sebelum dia duduk dia mengarah ke aku dan melihat boby berada disamping ku.. kulihat ada rasa cemburu dari matanya, tapi aku tidak memikirkan itu . yang aku pikirkan dua tempat yang masih kosong itu di isi nadel dan ari, perasaan ku semakin kacau dan aku semakin menyadari perasaanku terhadap dafa .
"bil lo pulang bareng gue, tadi lo pergi gue jemput jadi pulang harus bareng gue" kata dafa kesal setelah tadi melihat aku duduk disamping boby . "biar gue dianter boby aja deh" jawabku seadanya "lo kenapa sih bil? masih kesel gue ngejauhin lo didpn nadel?" kata dafa sambil ngeliat ke mata gue yang sempet melengos ke jalanann "gue kesel lo jadiin gue pelarian disaat gak ada nadel! disaat ada nadel lo ngejauhin gue. maksud lo apaan? lo anggep gue persinggahan? yang dateng seenak lo aja, gue punya perasaan daf.. gimana gue gak cemburu ngeliat lo ngedeketin nadel" aku kelepasan.. astaga malu . "jadi lo punya perasaan ke gue bil? gimana perasaan lo ke dedy?" tanya dafa penasaran, karena udah terlanjur basah ya basahin aja sekalian . "gue coba ngelupain dedy, disaat ada lo. gue udah bisa ngelupain dedy sedikitsedikit. tapi gue gakmau jadi penghalang diantara 2 orang yang masih saling cinta" ... "gue tau nadel masih cinta sama lo daf, gue ngerti perasaan kalian.. mending lo jauhin gue sekarang" sambung aku dengan suara pecah dan mata berlinang . "biar gue pulang naik taksi aja.." dafa tarik tangan aku dan nyoba ngehalangin aku pulang naik taksi "bil ini udah malem, nanti apa kata mama lo kalo gue ngebiarin cewe yg gue sayang pulang naik taksi" "shut up daf, jangan ngerayu gue pake katakata itu! gak usa bohongin perasaan lo sendiri daf, lo masih cinta kan sama nadel?" dan akhirnya keluarlah mutiara itu dari mataku.. aku nangis didepan dafa, ah shit .
"iya gue cinta sama nadel.." aku makin nangis "tapi itu dulu! sebelum ada lo yang ngisi harihari gue" sambung dafa . "sekarang gue cinta sama lo bil, kemarin gue gak yakin lo cinta sama gue . lo aja masih nyimpen foto foto lo bareng dedy.. gue cinta sama lo bil, lo mau kan jadi pacar gue?" sambungnya lagi sambil memegang tanganku "tapi nadel..." "shh.. nadel udah ada ari" "tapi nadel masih cinta sama lo" "kalo dia masih cinta sama gue, kenapa dia jadian sama cowo lain? sudahla gue gakperlu nadel, yang gue butuhin jawaban dari nabila" "eh.. gue, juga cinta sama lo daf.." dafa meluk gue erat...
THE END
*bahagia itu sederhana, bahagia dicintai oleh orang yang kita cintai .
aku bergegas menuju kamar mandi "astaga bil, lo punya janji sama anak-anak" aku mengerutu .
setelah selesai, aku melihat bingkai disekeliling kamarku. betapa indah masa-masa itu, masa-masa aku dan kamu adalah kita, dan aku masih mengingat itu semua .
skip.
"lama banget sih lo bil" gerutu si cewek berambut keriting. "kelamaan di dandan sih lo" jawab si tomboy . "apaan sih lo berdua, gue kan cewe tulen jadi wajar dong kalo gue dandan, dandan nya juga gak norak-norak menor gitu" jawabku sambil rebut makanan di tangan si tomboy . eh aku belom kenalin temen-temen aku, yang rambut keriting namanya lia, yang tomboy icha, fifi . ada lagi nih si cowo pembalap. dafa, ferora, rakha, dan boby
"oke hari ini kita mau kemana?" tanya ku pernasaran. "kita mau kerumah vinaaaa" vina, salah satu temen kita juga tapi aku gak terlalu deket sama vina soalnya dia jarang ngumpul sama kita-kita . di jalanan si lia di bonceng sama ferora, icha sama rakha, fifi sama boby.. daaaaann aku sama dafa! yatuhan, kenapa aku harus dibonceng dafa? dag dig dug .
"lo masuk SMA mana bil?" dafa memulai pembicaraan memecahkan keheningan beberapa menit lalu "apa? gue gak kedengeran" knalpot kendaraan dafa emang berisik jadi bikin garing obrolan kami berdua . "lo masuk SMA mana soplak?!" tanyanya kesal "gue? masuk sma.. ecie lo kepo ya haha" aku ngedelek . dafa kesal dengan jawaban ku, dia makin tarik gas dan kebut kebutan . itu bikin aku spontan meluk dia . "ecie daf, apa rasanya tuh dipeluk bila" canda icha "apaan sih, ini juga garagara dafa yang kebut kebutan" "salah lo juga yang ngeselin gue, pake bilang gue kepo lagi" "gue cuma bercanda soplak!" *plak* kepala dafa aku tempeleng . "aw gila lo ya bil, nanti kalo jatoh gimana! bener-bener lo" debat dijalan, ngeselin terus jadi aku diemin aja dafanya .
"hey unyil udah nyampe" "iya gue tau" aku turun dari motor dafa, sambil ngomel ngomelin dia didpn temen-temen, "ecie nanti lo cinta sama dafa" kata fifi sambil nenggol tangan ku "enggak! gue gak mau pacaran.. cukup ya gue dimainin cowo ter..." "sshh.. semua cowo gak gitu bil" potong dafa. "maksudnya apatuh? ecie dafa kode, kode ganas tuh bil" ledek lia, tapi aku gak mengubris omongan mereka, aku langsung masuk aja kerumah vina salam salaman sama orang tuanya, sama vina .
aku duduk manis disofa sambil twitting di handphone kesayanganku. "semua cowok gak gitu bil" kata-kata dafa terngiang di pikiran ku, maksudnya apa? apakah ini tanda Tuhan untuk membiarkanku mencintai orang lain dan meninggalkan kenangan lalu ku? entahla aku tidak mengerti semua itu .
"bil foto yok di ipod vina" dafa mengagetkan aku "ha? iyaiya yokk.."
aku masih gak ngerti, tapi.. dafa itu mantan kekasih dila, sahabat ku sendiri . walaupun sekarang aku punya sedikit koflik dengannya sehingga itu membuat kami jarang berkomunikasi, tapi aku masih mencintai dedy.. mantan kekasihku yang sekarang udah punya gebetan baru . ah sudahla bil lupakan, masalalu mu buruk .
skip
seharian jalan jalan bareng temen temen dan paling spesial, jalan bareng dafa . astaga aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya, apakah aku benarbenar suka sama dafa?
aku berjalan mengambil handphone ku di atas meja belajar, kulihat bingkai-bingkai itu lagi, seolah-olah tenggorokan ku tercekat dan hingga mataku mengeluarkan mutiaranya. aku masih mencintaimu dedy, bagaimana bisa aku melupakan kenangan kita secepat itu? baru sebulan kita mengakhiri hubungan termanis itu, sekarang kamu dengan mudahnya melupakanku dengan wanita baru mu itu? . brengsek! lagilagi aku memikirkan hal bodoh yang seharusnya tidak aku pikirkan.
"bilaaaaa" tok tok tok . aku tidak menggubris suara mama yang membangunkanku, tetap saja aku masih tertidur . "bil bangun woy udah pagi, wah cewek masa jam segini belom bangun" itu.. dafa? aku langsung cepat-cepat beranjak dari kasurku, belum sempat melihat kaca aku bergegas menuju pintu . "ngapain lo kesini?" tanya aku "gue mau jemput lo lah, bukannya kita mau ngumpul dirumah fifi? emang lo gak ikut?" jawabnya dan menatap mataku hingga aku sendiri yang salting "eh, emm lo kenapa..." belum selesai ngomong, dafa motong "lo semalem abis nangis ya? mata lo sembeb banget." kata dafa sambil memperhatikan isi ruangan kamarku yang penuh bingkai foto masalalu ku . "ternyata lo masih nyimpen fotofoto lo sama dedy ya, lo masih cinta?" satu pertanyaan membuatku sesak nafas, aku tidak tau harus menjawab apa, satu sisi aku masih menginginkan dedy kembali, tapi disisi lain aku masih belum mengerti perasaanku terhadap dafa . "banyak tanya lo, udah tunggu aja di ruang tamu.. gue mau mandi" "he'eh, buruan!jangan lelet, gue tinggal lo" "iyaa bawel" aku jawab teriak dari dalam kamar, sungguh aku masih penasaran sama perasaan ini . cepat-cepat aku menurunkan bingkai bingkai itu dan menyimpannya di dalam lemari bajuku, "kamu harus move on bil! jangan lemah jadi cewe, masih ada dafa" ha dafa? aku sendiri bingung kenapa aku dengan lancarnya mengatakan itu:|
"maa.. paa bila pergi duluya, bila ngumpul dirumah fifi" sambil salaman sama mama papa . "jagain anak tante ya daf.." maksudnya apa ini maa?-_- "iya tante, pasti dijagain kok. tenang aja kalo sama dafa" "hehehe" aku nyengir seadanya . aku memutuskan untuk lebih dulu jalan dan meninggalkan obrolan mama papa dan dafa, itu membuatku lapar . "eh kita cari makan dulu yok, gue laper." "okey"
dijalan aku cuma diem sambil twittingan sampe tangan keriting haha lol. tibatiba dafa nurunin aku di bubur ayam kangdidin, hm.. dafa tau aja aku lagi kepengen buburayam. "turun bil, kita makan sini aja yok" "he'eh" jawab aku acuh, seolah aku tidak senang berada di sini .
"kalian lama banget sih" lia ngomel sambil terus berfoto di ipod vina . alahh, narsis banget sih lo kataku dalam hati . "bila paling ngegeret telatnya kalo ngumpul" lanjut boby. "apaansih, gue tadi laper trs diajak dafa makan bubur ayam, ya gue ikut aja" jawabku sambil ambil alih tempat duduk boby . "udah udah, gakusa diributin, kasian juga kan kalo bila nya gak diajak sarapan, nanti dia pingsan dijalan lagi" lanjut dafa bijak .
dirumah fifilah kami sering ngumpul, ada si vina yang pacaran sama gilang, ada si narsis lia yang pacaran sama roni, si icha sama rakha . dan si single dafa, aku, dan boby . disini aku gak ngenes ngenes banget sih, masih ada dafa yang ngajakin aku ngobrol. "jam 3 lama bgt yaa" "tau lo, gak sabar mau nonton conjuring" "haha, nanti kalo udah nonton jangan teriak-teriak histeris ya sama hantunya, eh bil nanti lo sebelah gue aja ya" bujuk dafa "eh gue gak takut hantu kalee, rese lo.. iya kalo lo kebagian tempat duduk" ejekan demi ejekan diantara kami berdua, disitulah mulainya aku ngerasa kalo aku suka sama dafa .
skip
"heii.. kalian mau pergi juga kan? gue sama ari ikut yaaa" tibatiba nadel dateng terus agak kaget juga ngeliat dsini ada dafa. "eh ini dia nadel baru dateng, yodah ikut kita aja yok bareng2" kata roni seolah mengacaukan perasaan ku hari ini, dan disini dafa mulai menjauh dari aku . aku tau kehadiran nadel membuat dafa jadi susah bernafas, posisinya sama seperti aku . masih mencintai mantan dan lagi pdkt sama gebetan, aku juga tau kalo nadel masih cinta dafa, ya jadi aku ngejauh untuk saat ini. aku tidak mau jadi penghalang bagi dua orang yang saling mencintai . lalu bagaimana dengan ari? bukankah nadel pacaran sama ari? atau ari cuma pelampiasan nadel?
"eh daf, gue sama boby aja ya.. biar fifi aja yang sama kamu" kataku seolah mengerti yang dipikirkan dafa "ehh.. he'eh bil, gapapa kan?" "iyah gapapa" dan ternyata bener dugaan aku, dafa, masih ngarep nadel balik lagi . tapi kenapa dulu waktu nadel single, dafa enggak ngajakin nadel balikan? "bel kita makan aja dulu yok, nntnnya masih lama.. jam setengah 7" kata vina yang mengagetkan ku dan membuyarkan pikiranku . "ha iyaya.." karena dafa ngejauh dari aku, aku juga ngejauhin dafa.. dan aku liat kebelakang dafa berada didekat nadel . aku biasa biasa aja sih, tapi kok aku kesel sama tingkah dafa yang jadiin aku pelarian disaat nadel tidak ada. sudah bil, kamu gak pantes buat dafa :)
"eh lia, rony.. nanti gue duduk dideket lo berdua ya" bujuk aku sambil memohon ke lia "bukannya mau duduk deket dafa.. haha" ejek lia "haha iya lo, sono gih deketin dafa. jangan ganggu kita" usir rony sambil tawa . "elah gue sebel sama dafa, dia jadiin gue pelarian pas lagi gak ada nadel, sekarang ada nadel dia ngejauh dari gue" aku curhat sambil pukulpukul tangan rony, sebel. "jadi lo marah bil kalo gue ngejauhin lo karena ada nadel?" suara itu membuat aku berhenti ngomong . "ha, em.. enggak kok daf.. biasa aja kali, udah kesana gih, ganggu aja" aku jawab gugup, tercekaat. jadi dafa dengerin curhatan aku tadi? astaga bodoh banget sihhhh.. "shh, di kamar lo penuh foto dedy gue gak marah kan?" kata dafa sambil liat mata aku. dag dug dag dug. astaga kenapa aku jad gugup gini . "hem, udahla gak perlu dibahas . gak penting juga, eh udah yok udah jam setengah 7 nih nanti telat nonton conjuringnya" aku berdiri dan bersikap acuh dengan dafa dan meninggalkan dafa yang masih duduk di resto ayam penyet . aku jalan duluan ke XXI dan mencari teater 1 . "bob, lo duduk sebelah kiri gue yaa" kataku mencoba bujuk boby untuk duduk di sampingku . "enggak ah, kan ada dafa" "dafa ada nadel, udahla gakusa ribet, sini lo duduk sebelah gue" kataku sambil tarik tangan boby dan menyuruhnya duduk di sebelahku . dan ku lihat dafa berjalan dan mencari tempat duduk H1-9 sudah dilihatnya ada roni,lia,aku,boby,icha,rakha....kosong, dia langsung duduk di samping rakha di tempat yang kosong sebelum dia duduk dia mengarah ke aku dan melihat boby berada disamping ku.. kulihat ada rasa cemburu dari matanya, tapi aku tidak memikirkan itu . yang aku pikirkan dua tempat yang masih kosong itu di isi nadel dan ari, perasaan ku semakin kacau dan aku semakin menyadari perasaanku terhadap dafa .
"bil lo pulang bareng gue, tadi lo pergi gue jemput jadi pulang harus bareng gue" kata dafa kesal setelah tadi melihat aku duduk disamping boby . "biar gue dianter boby aja deh" jawabku seadanya "lo kenapa sih bil? masih kesel gue ngejauhin lo didpn nadel?" kata dafa sambil ngeliat ke mata gue yang sempet melengos ke jalanann "gue kesel lo jadiin gue pelarian disaat gak ada nadel! disaat ada nadel lo ngejauhin gue. maksud lo apaan? lo anggep gue persinggahan? yang dateng seenak lo aja, gue punya perasaan daf.. gimana gue gak cemburu ngeliat lo ngedeketin nadel" aku kelepasan.. astaga malu . "jadi lo punya perasaan ke gue bil? gimana perasaan lo ke dedy?" tanya dafa penasaran, karena udah terlanjur basah ya basahin aja sekalian . "gue coba ngelupain dedy, disaat ada lo. gue udah bisa ngelupain dedy sedikitsedikit. tapi gue gakmau jadi penghalang diantara 2 orang yang masih saling cinta" ... "gue tau nadel masih cinta sama lo daf, gue ngerti perasaan kalian.. mending lo jauhin gue sekarang" sambung aku dengan suara pecah dan mata berlinang . "biar gue pulang naik taksi aja.." dafa tarik tangan aku dan nyoba ngehalangin aku pulang naik taksi "bil ini udah malem, nanti apa kata mama lo kalo gue ngebiarin cewe yg gue sayang pulang naik taksi" "shut up daf, jangan ngerayu gue pake katakata itu! gak usa bohongin perasaan lo sendiri daf, lo masih cinta kan sama nadel?" dan akhirnya keluarlah mutiara itu dari mataku.. aku nangis didepan dafa, ah shit .
"iya gue cinta sama nadel.." aku makin nangis "tapi itu dulu! sebelum ada lo yang ngisi harihari gue" sambung dafa . "sekarang gue cinta sama lo bil, kemarin gue gak yakin lo cinta sama gue . lo aja masih nyimpen foto foto lo bareng dedy.. gue cinta sama lo bil, lo mau kan jadi pacar gue?" sambungnya lagi sambil memegang tanganku "tapi nadel..." "shh.. nadel udah ada ari" "tapi nadel masih cinta sama lo" "kalo dia masih cinta sama gue, kenapa dia jadian sama cowo lain? sudahla gue gakperlu nadel, yang gue butuhin jawaban dari nabila" "eh.. gue, juga cinta sama lo daf.." dafa meluk gue erat...
THE END
*bahagia itu sederhana, bahagia dicintai oleh orang yang kita cintai .
Langganan:
Komentar (Atom)